Sekilas tentang seni dan tradisi lampung

Selasa, 03 Mei 2011
Sekilas Tentang Seni Dan Tradisi Masyarakat Lampung memiliki ragam kesenian yang kaya akan keragaman, keindahan dan keanggunan budaya. Tarian yang dibawakan oleh Muli Meghanai (gadis dan bujang) Lampung memiliki ciri khas gerak serta langgam tersendiri. Tarian klasik yang diselenggarakan pada saat upacara kerajaan adalah suatu bentuk tarian yang dikenal dengan nama Tarakot Kataki atau Lalayang Kasiwan yang masing masing diperagakan oleh dua belas Meghanai secara bersama sama sebagian memegang kipas dan sebagian lagi tidak memegang kipas.
tari kipas

Ragam tarian lain adalah Tari Tanggai (tari kuku) yang ditampilkan oleh satu, dua, atau empat orang Muli yang masing masing memegang kipas. Didalam membawakan Tari Tanggai para Muli ini menggunakan aksesoris berupa kuku-kuku panjang yang terbuat dari perak yang dipasang diujung jari para penari. Tari tersebut diiringi oleh irama Gamulan/Kulintang dengan ditingkahi para Meghanai yang membawakan bait tertentu yang dinamakan Ngadidang.
tari tanggai

Dalam sepuluh hari didalam bulan Syawal diadakan Sekuraan yaitu Festival Topeng yang diselenggarakan sebagai ungkapan suka cita setelah sebulan penuh berpuasa dan mendapatkan Hari Kemenangan. Sekuraan ini diadakan dibeberapa Pekon di Sekala Brak dengan berbagai suguhan Kesenian seperti Silek, Muwayak, Hadra, dan Nyambai oleh para Sekura.

tari sekura Ada dua tipe sekura yaitu Sekura Helau yang melambangkan kebajikan dan kebijaksanaan dan Sekura Kamak yang melambangkan Ketamakan dan Keangkaramurkaan. Sekura Helau mengenakan kostum yang indah dan bagus seperti bawahan yang mengenakan kain yang bermotifkan Tapis dan atasan yang mengenakan Kain Panjang, sedangkan Sekura Kamak mengenakan Topeng yang menyeramkan dan kostum yang kebanyakan berwarna hitam-hitam.

Setiap sehari sebelum Idul Fitri dan Idul Adha ada tradisi Ngelemang pada Paksi-Paksi di Sekala Brak terutama di Paksi Buay Bejalan Di Way, ada beberapa jenis Lemang seperti Lemang Siwok yang terbuat dari ketan, Lemang Bungking yang terbuat dari ketan–pisang, dan Lemang Ceghughut yang terbuat dari ketan dan gula merah. Tradisi ini sebenarnya adalah tradisi lanjutan seperti yang berlaku di daerah Minangkabau.

Masyarakat/ulun Lampung dikenal memiliki kain tenun yang indah dan anggun yang dikenal dengan Kain Tapis. Tapis adalah kain yang agung dan sakral yang pada mulanya hanya dikenakan oleh Para Saibatin dan keluarganya saja terutama dikenakan dalam Bugawi dan Upacara adat. Namun dalam perkembangannya Kain Tapis telah diproduksi secara massal sehingga setiap khalayak dapat berkesempatan untuk memiliki dan mengenakannya. Saat ini Kain Tapis telah dikomersialkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan telah melanglangbuana hingga ke mancanegara. Kini Kain Tapis telah mengalami perkembangannya hingga semakin variatif dengan berbagai macam bentuk dan telah merambah dunia fashion seperti pakaian dan aksesoris aksesoris yang bermotifkan Tapis.

Baca juga:

12 komentar (Sekilas tentang seni dan tradisi lampung)

Posting Komentar
  1. Johns » Mei 18, 2011 5:34 PM | permalink

    ngomong-ngomong nge-bahas tentang lampung, memang orang lampung? wah.. sama dong kalo gitu saya juga dari lampung nih salam kenal?
    oya.. om choen memang gak ada matinya, saya juga pernah pakai template yang seperti ini. memang bisa jadi inspirasi betul si om choen itu thanks?

  2. Tihang karas » Mei 18, 2011 6:55 PM | permalink

    Yup, salam kemuakhian.
    Si Choen emang banyak mengipirasi karena design templatenya yang menurut saya sangat perfect. Trims kembali

  3. dinda

    Maju terus budaya Lampung yah
    Jangan sampe terlupakan trus diaku2 sama negeri orang ^^

  4. mandacutes » Mei 28, 2012 6:39 PM | permalink

    suka banget deh kalo blajar seni dan tradisi dari lampung ini.. ^^

  5. ginny » Mei 28, 2012 6:40 PM | permalink

    ada yang tau beli dimana kain tapis ga?
    butuh nih...

  6. grace » Mei 28, 2012 6:40 PM | permalink

    pas banget nih nemu ini blog..
    pas lagi nyari artikel soal lampung.. :D

  7. priska » Mei 28, 2012 6:40 PM | permalink

    ngomong2 lampung ya.. bukannya ada lampung fair ya??? itu kapan ya? ada yang tau?

  8. Vincentia Leony » Mei 29, 2012 3:14 AM | permalink

    Kain Tapis?
    Seperti apa sih..saya seumur2 belum pernah lihat (hiks2...)
    katanya bagus banget..di daerah Jakarta gak ada ya?

  9. cynthia » Mei 29, 2012 9:20 PM | permalink

    Jangan sampai hilang deh budaya lampung krn banyak kekayaan juga disana

  10. irene » Mei 29, 2012 9:22 PM | permalink

    Sekarang khan ada lampung fair ada pesta kebudayaannya juga tuh

  11. arienta » Mei 29, 2012 9:23 PM | permalink

    Eh iya tuh di lampung fair memperkenalkan budaya hasil dan makanan khas lampung

  12. Ramon Ardi » Desember 06, 2013 11:09 AM | permalink

    keren, saya juga dari lampung, lampung tengah. salam kenal yay

Back to form

Mohon berkomentar sesuai topik posting di atas !